Travel

Perhatikan Langkah Kakimu 6 Bahaya yang mengintai saat Liburan menuju Pantai

Pantai menjadi satu destinasi favorit terutama saat musim kemarau. Cuaca cerah, laut biru, dan pasir putih siap memanjakan mata. Meski demikian, ada baiknya traveler tetap berhati hati.

Jika tidak, beberapa kecelakaan yang terduga dapat terjadi. Sangat penting untuk waspada terhadap ubur ubur ketika berada di pinggir pantai. "Kontak dengan tentakel ubur ubur dapat mengakibatkan berbagai cedera yang menyakitkan."

"Misalnya luka bakar, ruam, bahkan kerusakan saraf," kata David Greuner MD, kepala ahli bedah dan co founder NYC Bedah Associates. Bagaimana cara menghindarinya? Ubur ubur biasanya mengikuti gerakan arus dan lebih memilih perairan dangkal.

"Jika ada banyak ubur ubur yang muncul, penjaga pantai biasanya menandai daerah itu." Bakteri berbahaya E.coli 0157 dapat ditemukan di perairan tertentu. Terutama danau dan sungai dan bakteri sangat berbahaya, terutama untuk anak anak di bawah lima tahun.

Demikian kata Erica Steele DNM ND CFMP BCND. Selain kram perut dan tinja berdarah, pada beberapa kasus ekstrem karena bakteri E.coli juga dapat menyebabkan penyakit ginjal atau kerusakan otak. Limbah pantai sering menjadi masalah besar yang siap mengancam kesehatan.

“Limpahan air apa pun atau limbah yang tidak diolah melalui manusia dan hewan [bakteri enterococcus] dapat membuat para pengunjung pantai sakit," kata Dr Greuner. Ada ribuan mikroorganisme di lautan. Dr Steele mengatakan, beberapa menimbulkan ancaman, satu di antaranya alga.

Populasi alga yang begitu banyak menyimpan racun yang dapat menyebabkan diare, muntah, dan gangguan GI. Sama seperti bakteri, kita mungkin sulit untuk menghindarinya. Namun, traveler dapat melakukan yang terbaik untuk tetap aman dengan tidak meminum air dan selalu mandi setelah berenang.

Bulu babi seringkali sulit untuk dideteksi. Penampilannya mirip seperti batu karang. Meski ukurannya kecil, tapi saat menyengat, bulu babi dapat menimbulkan rasa sakit.

Jika hal ini terjadi, segera cabut duri yang menempel dengan pinset dan rendam bagian tubuh yang terkena duri bulu babi dengan cuka. Jika tidak diobati, sengatan dapat menyebabkan nyeri sendi dan otot serta ruam. Arus bawah, juga disebut arus rip, bisa sangat berbahaya jika tidak diperhatikan.

Biasanya terjadi tepat sebelum musim badai pada September dan Oktober. Kenakan jaket pelampung jika kamu bukan perenang andal dan pastikan anak anak juga aman. Jika terperangkap dalam arus, segera berenang sejajar dengan pantai.

Berita Terkait

6 Oleh Oleh Khas Medan Yang Wajib Dibeli Untuk Dibawa Pulang

Nurofia Fauziah

Suasananya Obati Rindu Kampung Halaman 7 Tempat Nikmati Kuliner Tradisional Jogja

Nurofia Fauziah

Buat Staycation saat Liburan Akhir Pekan 5 Glamping di Bandung Bernuansa Alam

Nurofia Fauziah

Wisata Monas Hari Ini Tutup Sementara Terjadi Ledakan

Nurofia Fauziah

10 Destinasi di Indonesia Paling Dicari di Google 2019

Nurofia Fauziah

Tips Menghindari Warung Makan yang senang Mematok Harga Tinggi saat Traveling

Nurofia Fauziah

7 Makna Rahasia di Balik Senyum & Sapaan Pramugari yang Tak Diketahui Penumpang

Nurofia Fauziah

Bukan Karena Takut Virus Fakta Unik Kebiasaan Orang Jepang senang Pakai Masker

Nurofia Fauziah

6 Kota Berikut Telah Lakukan Perubahan Besar Demi Selamatkan Bumi

Nurofia Fauziah

Hari Terakhir Promo TIX.ID Diskon 50 Persen Film Captain Marvel, Lihat Syaratnya

Nurofia Fauziah

Info Lengkap Jakarta Fair 2019 Beserta Tiket Masuk, Jadwal Konser dan Rute Bus Transjakarta

Nurofia Fauziah

Turis di China Langgar Peraturan karena Kendarai Mobil di Forbidden City Viral di Medsos

Nurofia Fauziah

Leave a Comment