Metropolitan

Oknum TNI yang Tusuk Babinsa Tergabung dalam Kelompok JB

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan 9 orang warga sipil yang ditangkap karena ikut membantu perusakan hotel Mercure telah mengenal Letda RW sejak lama. Diketahui, 9 orang tersebut ikut ditangkap karena terlibat aksi perusakan Hotel Mercure hingga terjadi penusukan anggota Babinsa Serda Saputra oleh anggota marinir Letda RW. Mereka mengaku berasal dari kelompok JB.

Menurut Teuku, Letda RW juga masih bagian dari kelompok JB. Dia menyampaikan, kelompok itu sejatinya merupakan sebuah kelompok yang dibentuk dari silahturahmi kedaerahan. "Udah kenal cukup lama, karena sebenarnya JB itu kelompok silaturahmi kedaerahan. RW bagian dari kelompok JB," kata Arsya kepada wartawan, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Namun demikian, pihaknya enggan membeberkan lebih lanjut identitas kelompok JB tersebut. Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus dilakukan penyidikan. "Kelompok JB, untuk singkatan tidak disampaikan. Karena masih dalam ranah penyidikan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat (Jatanras) bersama personel polda sulsel mengamankan 9 orang yang terkait dengan peristiwa pengrusakan dan penusukan terhadap anggota TNI di hotel Mercure, Tambora Jakarta Barat. Diketahui, 9 tersangka yang diamankan adalah warga sipil yang berinisial AI, S, R, HN, DA, AS, RW, RA dan RA. Dalam melakukan aksinya itu, mereka mempunyai peran masing masing.

"Total semua pelaku itu ada 12 orang, namun yang diamankan di Polres Jakarta Barat ada 9 orang, karena 3 pelaku lainnya itu diamankan oleh polisi militer," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audi S Latuheru di Polres Jakarta Barat, Jumat (3/7/2020). Kepada kepolisian, Audie menyebut pelaku terlebih dahulu mengkonsumsi minuman keras sebelum melakukan aksinya. Komplotan tersebut juga menamakan dirinya sebagai kelompok J&T.

"Mereka (pelaku) menyebut kelompok mereka sebagai kelompok J&T. Sebelum melakukan, para pelaku minum minuman keras terlebih dahulu," pungkasnya. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan pasal 170 ayat 1 juncto 55 dan 56 serta pasal 358 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Berita Terkait

Banyak Pengunjung Berfoto & Tulis Kenangan Jelang Tutupnya McDonald Sarinah buat Selamanya

Nurofia Fauziah

Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online di Kota Bekasi Masih Misterius

Nurofia Fauziah

Keterangan Ketua RT Terkait Kasus Tukang Cilor Diduga Cabuli Bocah di Cengkareng

Nurofia Fauziah

Genangan Air Sekitar 8 Cm Rendam Ruang Radiologi RSCM Jakarta Kebanjiran

Nurofia Fauziah

Camat Ciracas Jaktim Sebut Ada 1.000 KK Belum Punya Septic Tank Warganya Buang Tinja Sembarangan

Nurofia Fauziah

Prediksi Cuaca di Wilayah DKI Jakarta & Sekitarnya Hari Ini

Nurofia Fauziah

10 Warga Disebut Pernah Jadi Korban Keganasan Anjing yang Gigit ART Hingga Tewas di Cilangkap

Nurofia Fauziah

Polresta Depok Apresiasi Sistem & Teknologi Gojek Bongkar Kejahatan Order Fiktif

Nurofia Fauziah

Warga Kampung Duri Semanan Kalideres di Posko Pengungsian Masih Kesulitan Air Bersih

Nurofia Fauziah

Jadi Sebab Anies Baswedan Pecat PNS DKI Jakarta Ternyata Ada Fakta Lain Diskotek Colosseum

Nurofia Fauziah

Penyebab Meninggalnya Ria Nurhayati, Pengemudi Ojek Online Korban Jambret di Traffict Light Menteng

Nurofia Fauziah

Optimalkan Pelayanan Publik PT. Transjakarta Renovasi 6 Halte Terdampak Aksi Mahasiswa

Nurofia Fauziah

Leave a Comment