Bisnis

Jual Aset Hotel & Tanah buat Bayar Klaim Nasabah AJB Bumiputera Kesulitan Keuangan

Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 akan mengoptimalisasikan aset demi membayarkan klaim kepada nasabah. Optimalisasi aset tersebut melalui penjualan aset properti sekaligus Kerja Sama Operasional (KSO). Perusahaan asuransi ini membidik dana segar sebesar Rp 2 triliun dari rencana tersebut. Direktur Utama AJB Bumiputera 1912 Dirman Pardosi menegaskan, optimalisasi dilakukan untuk seluruh aset properti baik di bidang properti maupun finansial.

“Upaya optimalisasi aset merupakan bentuk fungsi serta upaya manajemen bukan hanya untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tetapi juga jangka panjang. Jadi bukan opsi semata untuk membayar klaim,” kata Dirman kepada Kontan.co.id, pekan lalu. Rencana tersebut berupa jual putus Hotel Bumi di Surabaya serta tanah di TB Simatupang. Sedangkan skema, lewat KSO berupa aset di Hotel Bumi Wiyata Depok, tanah di Warung Buncit, Wisma Bumiputera, tanah di Setia Budi, Menteng dan Kemayoran. Dirman mengatakan, rencana bisnis tersebut merupakan bagian dari proses manajemen perusahaan komersil. Dengan begitu, pihaknya tidak berkewajibkan melaporkan kepada nasabah karena AJB Bumiputera berbentuk perusahaan mutual sehingga telah diwakilkan oleh Badan Perwakilan Anggota (BPA).

“Dan seluruh program kerja kami sudah disetujui oleh BPA,” tambahnya. Sayangnya dua anggota BPA Bumiputera belum mau berkomentar terkait rencana bisnis tersebut baik itu Nurhasanah maupun Gede Sri Darman. Meski demikian, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menilai, penjualan aset merupakan keputusan yang berani dan palingrealistisuntuk memenuhi kewajiban karena perusahaan tidak memiliki pemegang saham pengendali yang bisa dimintai setoran modal.

“Namun penjualan aset menurut anggaran dasar Bumiputera perlu didukung serta izin dari BPA sebagai organ tertinggi,” ungkapnya. Dana optimalisasi aset senilai Rp 2 triliun dinilai belum bisa memenuhioustandingklaim perusahaan kepada nasabah sebesar Rp 4,01 triliun per November 2019. Sedangkan total kewajiban pada pemegang polis Rp 29,38 triliun di 2020. Jumlah tersebut timpang dengan aset Bumiputera yang hanya senilai Rp 20,32 triliun.

Berita Terkait

Hingga Akhir Tahun Ini, IHSG Diprediksi Bisa Tembus 6.800

Nurofia Fauziah

500 Startup Kuliner Sudah Mendaftar menuju Digitarasa Baru Dibuka

Nurofia Fauziah

Chat WhatsApp atau LOGIN www.pln.co.id Simak Cara Klaim Token Listrik PLN Juni 2020

Nurofia Fauziah

Bus Apron di Ngurah Rai Diusulkan Berusia Tak Lebih dari 10 Tahun 2 Kali Terbakar

Nurofia Fauziah

Alur Bisnisnya Pakai Aplikasi Investasi Bodong MeMiles Seret Nama Penyanyi Ello

Nurofia Fauziah

BPJT Ingin Jalan Tol Bebas Truk ODOL Demi Tekan Biaya Logistik

Nurofia Fauziah

Penambang Khawatir Ore Nikel Kadar Rendah susah Diserap Smelter Lokal

Nurofia Fauziah

Daftar Bandara Baru yang Pengelolaannya Diserahkan menuju Angkasa Pura II

Nurofia Fauziah

DPR Minta Sawit Masuk dalam Perjanjian IEU-CEPA

Nurofia Fauziah

Ditjen Perhubungan Udara Monitoring Penerbangan Sriwijaya Air & Nam Air di Sejumlah Rute

Nurofia Fauziah

Cara Uzbekistan Bidik Pasar Indonesia, Buka Rute Tashkent Jakarta Hingga Fasilitas Bebas Visa

Nurofia Fauziah

Social Bella & Lazada Permudah Beauty Enthusiast Akses Produk Bersertifikat BPOM

Nurofia Fauziah

Leave a Comment