Nasional

Berikut Penjelasan Din Syamsuddin Polemik Kehadiran Dubes Palestina menuju Deklarasi KAMI

Penggagas Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin angkat bicara terkait undangan deklarasi KAMI yang diberikan kepada Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun. Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini mengatakan, telah terjadi kesalahpahaman, di mana Dubes Zuhair tidak membaca detail undangan itu. Menurut Din, Dubes Zuhair berkenan hadir lantaran persahabatan diantara keduanya.

"Tapi begitu melihat nama saya, beliau langsung berniat hadir saja karena menganggap saya sahabat (sebagai Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia Palestina)," kata dia. Lebih lanjut Din mengungkap, undangan deklarasi itu tidak hanya dikirimkan kepada Dubes Palestina, melainkan juga ke sejumlah perwakilan negara lain. Din menyebut, duta besar untuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, Russia, Mesir, Saudi Arabia, Palestina, Iran, dan Negara negara ASEAN.

"Sebagian menjawab tidak bisa hadir karena tidak berada di tempat, sebagian tidak ada jawaban. Dubes Palestina adalah satu satunya dubes yang hadir," ungkap dia. Saat kegiatan berlangsung, ujar Din, Dubes Zuhair hanya hadir di dua acara pertama. "Beliau hanya hadir di dua acara pertama (Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan dan Hari Konstitusi 18 Agustus," tutur Din.

Kehadiran Dubes Zuhair menuai polemik di jagat maya. Kedutaan Besar Palestina pun memberikan klarifikasi. Dubes Zuhair menegaskan, kehadirannya bukan untuk tujuan politik tertentu. Ia mengira, kegiatan itu merupakan rangkaian acara HUT RI ke 75

Kami ingin menegaskan bahwa partisipasi kami berdasarkan pada pemahaman bahwa acara tersebut adalah acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia dan bukan yang lainnya. Kehadiran kami di acara tersebut hanya berlangsung selama 5 menit, ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia yang itu adalah sesuatu yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami di Palestina mengapresiasi dukungan dan bantuan yang kami terima dari Yang Mulia Bapak Presiden Joko Widodo, pemerintahannya yang terhormat, dan dari seluruh masyarakat Indonesia yang ramah.

Saya berharap semua orang mengerti bahwa kami bukan bagian dari dan tidak akan menjadi bagian dari kegiatan politik di Indonesia.

Berita Terkait

Berikut Ini Waktu Terbaik buat Menyaksikannya Kapan Gerhana Matahari Cincin Terjadi

Nurofia Fauziah

3 WNI yang Tidak Bisa Ikut Pulang Sudah Ditangani KBRI Kemenlu

Nurofia Fauziah

Polri Ungkap Motif 9 Warga Sipil Terlibat Aksi Perusakan Hotel & Penusukan Anggota TNI

Nurofia Fauziah

Itu Yang Terdaftar di Pemerintahan Kota Menteri Tito Soal Parkir Dikuasai Ormas

Nurofia Fauziah

Partai Demokrat Siapkan Karpet Merah buat Raffi Ahmad Maju di Pilkada Tangerang Selatan

Nurofia Fauziah

Psikolog Beberkan Gejala Halusinasi Sebut Gangguan Jiwa Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat Ngaku Halu

Nurofia Fauziah

Golkar Akui Bupati Tetty Paruntu Batal Ditemui Jokowi saat Disinggung Kasus Bowo

Nurofia Fauziah

Mahfud MD Sebut Idul Fitri Momen Tepat Prabowo Bertemu Jokowi, Tak Harus Bicara Politik

Nurofia Fauziah

Siswa dengan Ekonomi Rendah Rentan Tertinggal Materi Pembelajaran Jarak Jauh Kemendikbud

Nurofia Fauziah

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 15 Desember 2019 Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Wilayah BMKG

Nurofia Fauziah

dan BIN Harusnya Diapresiasi Bukan Malah Dicibir TNI AD Obat Covid-19 yang Ditemukan Unair

Nurofia Fauziah

Tunggu Peraturan Pemerintah Dulu Kemenhan Rekrut Komcad TB Hasanuddin

Nurofia Fauziah

Leave a Comment